Bukan Untuk Pembenaran

Hasil gambar untuk tumblr photography pastel quotes

Akhir-akhir ini sering kali ngerasain waktu berlalu begitu cepat. Ga terasa tiba-tiba udah sore. Tiba-tiba udah weekand. Tiba-tiba udah awal bulan, pertengahan bulan, akhir bulan. Kalau buat Mahasiswa tiba-tiba udah UTS, tiba-tiba udah UAS, tiba-tiba udah semester akhir. Semua berlalu begitu saja, terasa sesak karena tampa sempat untuk menoleh kebelakang. Apa yang telah terlewat, apa yang menetap, kesempatan apa yang terbuang sia-sia.

Waktu membunuhku, aku berlari antara mengejar waktu atau dikejar waktu, terkadang akupun begitu bingung. Hampir 4 tahun menyandang Status sebagai MAHASISWA. yang katanya sebagai kaum intelektual berpendidikan. 4 tahun sebagai MAHA ditambah 12 tahun sebagai SISWA. Total 16 tahun mengenyam bangku pendidikan. Pernahkah terlintas untuk apa kita melakukan rutinitas itu? kukatakan sebagai rutinitas karena kita tahu itu semua kita lakukan hampir everyday selama kehidupanku berjalan.

Perjalanan pendidikanku terbilang sangat biasa-biasa saja. aku bukanlah seorang siswa cerdas yang selalu menduduki posisi pertama, kedua, dan ketiga. Bahkan setelah 12 tahun sebagai siswa, aku tetaplah siswa yang biasa-biasa saja tanpa prestasi yang membanggakan, aku tidak pintar, aku tidak cantik, dan berarti aku juga tidak populer. Sekali lagi aku biasa-biasa saja.

Aku bukan aktifis organisasi yang sibuk dilingkungan sekolah / kampus everytime everyday. Mungkin bisa dibilang kehidupanku tanpa Organisasi. Mombosankan? entahlah terkadang mungkin iya. Pengalaman Organisasiku bisa dibilang hampir nol tapi tidak nol, karena sempat aku mengikuti organisasi beberapa bulan waktu SMA dan sempat mengikuti kompetisi. Tapi, pada akhirnya aku berhenti di tengah jalan dengan alasan senioritas. (jangan dibahas mengapa aku tidak suka dengan senioritas yang berlebihan. INGAT BERLEBIHAN).

Setelah itu aku hampir hidup tanpa organisasi. Aku menambah SKILL dengan menjadi pekerja paruh waktu dari jaman SMA kelas 2, melakukan hal yang aku sukai, walaupun aku harus tercampakkan karena minimnya kemampuan dalam aktifitas tersebut. yaaa waktu itu aku sempat selama 10 bulan dibelakang Mic dan pemancar, waktu SMA aku pernah masuk ke studio penyiaran, belajar tentang seluk beluk RADIO. karena dari SMP aku adalah seorang pendengar Radio yang pasif. Karena tidak adanya perkembangan selama mengikuti traning akhirnya aku tercampakkan. Untuk petama kalinya aku merasakan penolakan yang begitu besar, Aku menyukai dunia ini, tapi aku tidak memeliki bakat dalam hal ini, apa yang harus aku lakukan, waktu evaluasi aku benar-benar merasakan kesedihan yang mendalam karena penolakan ini dan aku meninggalkan Radio semenjak saat itu.

Waktunya Tepat setelah aku memasuki tahun terakhir seragam putih abu-abu dan aku harus fokus dengan ujian dan kelulusan di depan mata. (lain waktu aku ingin cerita tentang masa putih abu-abu dan pentingnya memahami potensi diri sejak dini).

cerita ini tiba-tiba terbaca olehku kembali dan udah terkurung dalam daftar draft yang mungkin udah makan waktu berbulan-bulan. ga tau kapan tepatnya mungkin waktu aku lagi menyelesaikan tahap akhir skripsi. selanjutnya aku udah nyiapin tentang masa putih abu-abu. semoga ada something yang bisa direnungkan. sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s